PERBEDAAN HASIL NILAI HEMATOKRIT MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN PADA KEADAAN NORMAL DAN PADA PENDERITA ANEMIA

Nursa’adah, Annisa (2024) PERBEDAAN HASIL NILAI HEMATOKRIT MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN PADA KEADAAN NORMAL DAN PADA PENDERITA ANEMIA. Diploma thesis, Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih.

[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
annisa nusa,adah-14-17.pdf

Download (465kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
annisa nusa,adah-18-53.pdf

Download (619kB)
[thumbnail of BAB IIII] Text (BAB IIII)
annisa nusa,adah-54-61.pdf

Download (784kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
annisa nusa,adah-62-75.pdf
Restricted to Registered users only

Download (482kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
annisa nusa,adah-76-77.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
annisa nusa,adah-78-80.pdf

Download (332kB)

Abstract

Anemia is a condition in which the amount of hemoglobin or red blood cell value decreases from the normal value. Based on WHO, the criteria for anemia are hemoglobin values ​​of less than 12 g/dL for women and 13 g/dL for men. In addition to hemoglobin, hematocrit value examination is a screening to diagnose anemia. Hematocrit value examination can be done using an automatic hematology analyzer and by calculation. Hematocrit value examination using an automatic hematology analyzer has the advantage of being relatively faster and can obtain values ​​from other parameters such as values ​​on the erythrocyte index. The disadvantage of this automatic hematology analyzer is that it cannot detect samples if the sample size is insufficient. While hematocrit examination by calculation is recommended for patients with normal conditions. In normal conditions, hematocrit has a value of 3x the hemoglobin value. This study aims to determine the difference in hematocrit values ​​with an automatic hematology analyzer in normal patients and in patients with anemia. The research used is an automatic hematology analyzer examination and calculation. The method of this study is cross-sectional with respondents of 46 normal patients and patients with anemia. The results of the study obtained an average hematocrit value using a hematology analyzer and calculations in normal patients aged <14 years of 40.1% and 39.9% at the age of >14 years 43.3% and 43.1% while in anemia patients the average age <14 years was 29.9% and 28.9% at the age of >14 years with an average of 25.2% and 23.8%. To determine the difference in hematocrit values ​​using an automatic hematology analyzer and with calculations, a statistical test of two variables was carried out, namely the t-independent test. Based on the results of the t-independent test that has been carried out, a sig value was obtained. 0.744 where >0.05 so that it can be concluded that there is no significant difference between the hematocrit values ​​examined using an automatic hematology analyzer and with calculations.

Keywords: Hemoglobin, Hematocrit, Anemia, Hematology analyzer, Calculation

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah hemoglobin atau nilai sel darah merah menurun dari nilai normal. Berdasarkan WHO kriteria anemia memiliki nilai hemoglobin kurang dari 12 g/dL untuk perempuan dan 13 g/dL untuk laki-laki. Selain hemoglobin, pemeriksaan nilai hematokrit merupakan skrining untuk mendiagnosa anemia. Pemeriksaan nilai hematokrit dapat dilakukan dengan menggunakan alat automatic hematology analyzer dan dengan cara perhitungan. Pemeriksaan nilai hematokrit dengan menggunakan alat automatic hematology analyzer memiliki kelebihan yaitu relatif lebih cepat dan dapat memperoleh nilai dari parameter-parameter lain seperti nilai pada indeks eritrosit. Kekurangan pada alat automatic hematology analyzer ini yaitu tidak dapat mendeteksi sampel jika ukuran sampel tidak mencukupi. Sedangkan pemeriksaan hematokrit secara perhitungan disarankan untuk pasien dengan kondisi normal. Pada kondisi normal hematokrit memiliki nilai 3x dari nilai hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit dengan alat automotic hematology analyzer pada pasien normal dan pada pasien penderita anemia. Penelitian yang digunakan adalah pemeriksaan automatic hematology analyzer dan perhitungan. Metode dari penelitian ini yaitu cross sectional dengan responden sebanyak 46 pasien normal dan pada pasien penderita anemia. Hasil Penelitian didapatkan rata-rata nilai hematokrit menggunakan hematology analyzer dan perhitungan pada pasien normal usia <14 tahun sebesar 40,1% dan 39,9% pada usia >14 tahun 43,3% dan 43,1% sedangkan pada pasien anemia didapat rata-rata usia <14 tahun sebesar 29,9% dan 28,9% pada usia >14 tahun dengan rata-rata 25,2% dan 23,8%. Untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit dengan menggunakan alat automatic hematology analyzer dan dengan perhitungan dilakukan pengujian statistik dua variabel yaitu uji t-independent. Berdasarkan hasil uji t-independent yang telah dilakukan didapatkan nilai sig. 0.744 dimana >0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara nilai hematokrit yang diperiksa menggunakan alat atomatic hematology analyzer dan dengan perhitungan. Kata Kunci : Hemoglobin, Hematokrit, Anemia, Hematology analyzer, Perhitungan
Subjects: Program Studi > Analis Kesehatan > Hematologi
Program Studi > Analis Kesehatan
Divisions: Analis Kesehatan > Hematologi
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 05 Feb 2026 07:20
Last Modified: 05 Feb 2026 07:20
URI: https://repository.staba.ac.id/id/eprint/35

Actions (login required)

View Item
View Item