Welgiansah, Egi Welgiansah (2024) PERBANDINGAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN JATI 1:2 1:3 DAN 1:4 PENGGANTI EOSIN PADA PEWARNAAN HEMATOXILIN EOSIN PADA JARINGAN GINJAL TIKUS PUTIH (Wistar). Diploma thesis, Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih.
Tugas Akhir Egi Welgiansah-14-17.pdf
Download (120kB)
Tugas Akhir Egi Welgiansah-18-33.pdf
Download (304kB)
Tugas Akhir Egi Welgiansah-34-41.pdf
Download (138kB)
Tugas Akhir Egi Welgiansah-42-49.pdf
Restricted to Registered users only
Download (82kB)
Tugas Akhir Egi Welgiansah-50.pdf
Download (44kB)
Tugas Akhir Egi Welgiansah-51.pdf
Download (172kB)
Artikel Jurnal Egi Welgiansah.pdf
Download (230kB)
Abstract
Hematoxylin and eosin (HE) staining is a type of staining that is carried out by staining tissue. Dyes are divided into two types, namely synthetic dyes and natural dyes. Natural dyes are dyes made from natural ingredients. Natural dyes add color to tissue, making it visible under a microscope. Natural dyes do not contain toxic ingredients so they are not carcinogenic, and natural dye waste also does not harm the environment. An example of a natural dye is young teak leaves. This type of research is experimental research, the experimental method is a method used to determine the appearance of hematoxylin eosin staining in the kidneys of white rats using teak leaf extract as an alternative to eosin. In the treatment group, the coloring using teak leaf extract was very striking because teak leaves contain anthocyanin so the color is very red. From the results of statistical data, it can be seen that teak leaf extract with a concentration of 1:2 and 1:3 is better than teak leaf extract with a concentration of 1:4. From the results of observations, coloring using teak leaf extract with a concentration of 1:4 has experienced a decrease in the quality of the coloring. The results of teak leaf extract with concentrations of 1:2 and 1:3 can be used as an alternative to add eosin if eosin stock is limited or eosin is difficult to obtain. But eosin is still the gold standard in the coloring process. Teak leaf extract with a concentration of 1:4 cannot be used as an alternative to add eosin because the quality of the staining results is not very clear, the nuclei and cytoplasm are pale.
Keywords: Teak Leaf Extract, Eosin, Hematoxilin Eosin Staining, White Rat Kidney
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE) merupakan jenis pewarnaan yang dilakukan dengan pewarnaan pada jaringan. Pewarna dibedakan menjadi dua jenis yaitu pewarna sintetis dan pewarna alami. Pewarna alami adalah pewarna yang terbuat dari bahan alami. Pewarna alami menambahkan warna pada jaringan, membuatnya terlihat di bawah mikroskop. Pewarna alami tidak mengandung bahan beracun sehingga tidak bersifat karsinogenik, dan limbah pewarna alami juga tidak membahayakan lingkungan. Contoh pewarna alami adalah daun jati muda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, metode eksperimen adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pewarnaan hematoxylin eosin pada ginjal tikus putih dengan menggunakan ekstrak daun jati sebagai alternatif pengganti eosin. Pada kelompok perlakuan pewarnaan menggunakan ekstrak daun jati sangat mencolok karena daun jati mengandung antosianin sehingga warnanya sangat merah. Dari hasil data statistik, dapat diketahui bahwa ekstrak daun jati dengan konsentrasi 1:2 dan 1:3 lebih baik daripada ekstrak daun jati dengan konsentrasi 1:4. Dari hasil pengamatan pewarnaan menggunakan ekstrak daun jati dengan konsentrasi 1:4 telah mengalami penurunan kualitas pewarnaan. Hasil ekstrak daun jati dengan konsentrasi 1:2 dan 1:3 dapat digunakan sebagai alternatif penambah eosin jika stok eosin terbatas atau eosin sulit didapatkan. Tetapi eosin masih menjadi gold standard dalam proses pewarnaan. Ekstrak daun jati dengan konsentrasi 1:4 tidak dapat digunakan sebagai alternatif penambah eosin karena kualitas hasil pewarnaannya tidak terlalu jelas, inti pucat dan sitoplasma pucat. Kata Kunci : Ekstrak Daun Jati,, Eosin, Pewarnaan Hematoxilin Eosin, Ginjal Tikus Putih |
| Subjects: | Program Studi > Analis Kesehatan > Histoteknologi Program Studi > Analis Kesehatan |
| Divisions: | Analis Kesehatan > Histoteknologi |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:31 |
| Last Modified: | 09 May 2026 03:56 |
| URI: | https://repository.staba.ac.id/id/eprint/56 |
