PERBANDINGAN PENGGUNAAN XILENA DAN MINYAK TANAH PADA PROSES DEPARAFINISASI DAN PENJERNIHAN DALAM PEWARNAAN HEMATOKSOSILIN EOSIN TERHADAP GINJAL TIKUS PUTIH

Wulandari, Fajriah (2024) PERBANDINGAN PENGGUNAAN XILENA DAN MINYAK TANAH PADA PROSES DEPARAFINISASI DAN PENJERNIHAN DALAM PEWARNAAN HEMATOKSOSILIN EOSIN TERHADAP GINJAL TIKUS PUTIH. Diploma thesis, Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih.

[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
TA Fajriah_Wulandari-13-18.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
TA Fajriah_Wulandari-19-33.pdf

Download (309kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
TA Fajriah_Wulandari-34-42.pdf

Download (177kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
TA Fajriah_Wulandari-43-51.pdf
Restricted to Registered users only

Download (515kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
TA Fajriah_Wulandari-52-53.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
TA Fajriah_Wulandari-54-55.pdf

Download (136kB)
[thumbnail of ARTIKEL] Text (ARTIKEL)
jurnal Fajriah.pdf

Download (539kB)

Abstract

Hematoxylin and Eosin staining is the most commonly used staining technique in histological tissue staining. The initial stage involves the Deparaffinization process, which aims to remove excess paraffin from tissues or glass slides, allowing clear visualization of the tissues. Xylene is the solution used in the Deparaffinization process, and it is not only employed for deparaffinization but also for cleaning purposes. The cleaning process aims to make the morphological structure of the sample appear clearer, transparent, and more easily observable under a microscope. Xylene solution is considered the gold standard in Hematoxylin and Eosin staining for deparaffinization and clearing processes due to its ability to dissolve paraffin in tissues. Xylene is derived from petroleum, specifically from the aromatic hydrocarbon group. However, its usage has drawbacks, as it is a carcinogenic compound and relatively expensive. As an alternative, experiments were conducted using kerosene as a substitute for xylene in the deparaffinization and clearing processes. Kerosene shares some properties with xylene and is commonly used as a cleaning agent due to its effective fat and dirt dissolution. Kerosene has the advantage of being more cost-effective than xylene. Given its similar properties and lower cost, researchers considered kerosene as a potential alternative to xylene, evaluating the quality of tissue preparations. The research employed a True Experimental method, conducted in two groups: the experimental group using kerosene and the control group using xylene as a comparative measure. Twenty white rat kidneys served as test samples for deparaffinization and clearing processes with both xylene and kerosene. Results from deparaffinization and clearing with xylene demonstrated good histological outcomes. In contrast, the quality of deparaffinization and clearing with kerosene solution yielded unsatisfactory results. The research revealed poorly prepared specimens with remnants of paraffin in tissues, preventing the optimal penetration of the dye and potentially disrupting tissue assessment during microscopic
readings. Consequently, it can be concluded that kerosene cannot serve as a viable alternative to xylene, despite sharing some properties, as it does not produce satisfactory results comparable to xylene.

Keywords: Deparaffinization, Clearing, Xylene, Kerosene

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Pewarnaan Hematoksilin Eosin merupakan pewarnaan yang paling umum digunakan pada saat mewarnain jaringan histologi, tahapan awal yang dilakukan yaitu proses Deparafinisasi yang bertujuan untuk membersihkan sisa parafin yang berlebih pada jaringan atau kaca objek sehingga jaringan dapat terlihat dengan jelas. Larutan yang digunakan pada proses Deparafinisasi adalah xilena, tidak hanya pada proses deparafinisasi saja tetapi xilena juga digunakan pada proses pembersihan. Proses pembersihan bertujuan untuk menjadikan struktur morfologi sampel terlihat lebih jelas, jernih dan transparan sehingga lebih mudah diamati mengguanakan mikroskop. Larutan xilena menjadi gold standar dalam pewarnaan hematoksilin eosin pada proses deparafinisasi dan penjernihan karena sifatnya yang mampu melarutkan parafin yang berada pada jaringan. xilena berasal dari minyak bumi yaitu golongan hidrokarbon aromatik, tetapi penggunaan xilena memiliki kekurangan yaitu merupakan senyawa karsinogen dan memiliki harga yang relatif mahal, sebagai alternatif maka dilakukan uji coba kepada minyak tanah sebagai pengganti xilena pada proses deparafinisasi dan penjernihan karena minyak tanah memiliki beberapa sifat yang sama seperti xilena, minyak tanah banyak digunakan sebagai bahan pembersih, karena mudah melarutkan lemak dan kotoran. Minyak tanah memiliki nilai yang lebih unggul yaitu harga yang relatif lebih murah dibandingkan xilena. Karena Minyak tanah memiliki beberapa sifat yang sama dan memiliki harga relatif lebih murah, maka peneliti mempertimbangkan minyak tanah sebagai alternatif pengganti xilena dengan melihat kualitas sediaan jaringan. Metode Penelitiaan yang digunakan yaitu True Eksperimen, penelitian yang dilakukan pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagai kelas pembanding. Pada penelitian ini menggunakan 20 ginjal tikus putih sebagai sampel uji pada 2 perlakuan yaitu proses deparafinisasi dan penjernihan menggunakan xilena dan minyak tanah. Pada proses deparafinisasi dan penjernihan dengan xilena menunjukkan hasil histologi yang baik. Berbeda pada kualitas deparafinisasi dan penjernihan dengan larutan minyak tanah, penelitian menunjukkan hasil preparat yang tidak baik karna masih terdapat sisa parafin pada jaringan yang menyebabkan zat warna tidak masuk secara sempurna sehingga hal ini dapat mengganggu penilaian jaringan pada saat pembacaan mikroskopis dan dapat disimpulkan bahwa minyak tanah tidak bisa menjadi alternatif pengganti xilena walaupun memiliki beberapa sifat yang sama tetapi tidak mendapatkan hasil yang baik seperti xilena. Kata kunci : Deparafinisasi, Penjernihan, Xilena, Minyak tanah
Subjects: Program Studi > Analis Kesehatan > Histoteknologi
Program Studi > Analis Kesehatan
Divisions: Analis Kesehatan > Histoteknologi
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 09 May 2026 03:13
Last Modified: 09 May 2026 03:13
URI: https://repository.staba.ac.id/id/eprint/59

Actions (login required)

View Item
View Item